Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Ahok: Penolakan Eksepsi Jaksa Agak Ganjil

Foto: Gubernur Jakarta Non Aktif Basuki Tjahja Purnama / Ahok

Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai penolakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan yang ia ajukan (eksepsi) sangat ganjil.

“Bagi saya penolakan kemarin oleh jaksa agak ganjil. Ya tapi kita tunggu saja hukum,” kata Ahok di Jalan Lapangan Tembak, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016)

Dalam nota keberatannya, Ahok mengatakan bahwa pernyataannya terhadap surat Al Maidah 51 atau isu SARA sering digunakan oknum politik untuk menyerang calon kepala daerah lain. Jaksa mengatakan, Ahok merasa paling benar dengan nota keberatannya tersebut.

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, penolakan jaksa tersebut sama saja dengan membenarkan adanya isu SARA dalam pencalonan kepala daerah. Penolakan inilah yang disebut Ahok sebagai keganjilan.

“Tapi jaksa mengatakan Ahok ini menganggap paling hebat karena maunya debat visi misi program doang. Bingung saya jaksa ngomong begitu. Jadi jaksa mengajari orang melanggar UU pemilu dan pilkada boleh menggunakan unsur SARA gitu? Aneh toh?” ujar Ahok.

Dalam Undang Undang Pilkada, calon kepala daerah hanya boleh berbicara soal visi misi dan program. Sementara kemarin, Jaksa Ali Mukartono berpendapat, Ahok merasa paling benar dengan nota pembelaan yang diajukan Ahok.

Menurut Ali, merupakan hak kandidat kepala daerah lainnya untuk menggunakan metode apapun. Selama metode itu sesuai dengan undang-undang.

“Kalau tidak melanggar perundang-undangan, tidak dapat dipersalahkan. Terdakwa menempatkan seolah tidak ada orang lain yang lebih baik dari terdakwa,” jelas Ali.

Be the first to comment on "Ahok: Penolakan Eksepsi Jaksa Agak Ganjil"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*