Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

KPUD DKI Jakarta Larang Setiap Kandidat Berkampanye Lewat Media Massa

Ketua KPUD Jakarta Sumarno

Navigasinews- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta memberikan ultimatum kepada setiap pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur agar tidak melakukan kampanye politik melalui media massa cetak maupun elektronik.

Jika masih ada pasangan calon yang nekat melanggar peringatan tersebut, maka KPUD akan menindak tegas dengan membatalkan status Paslon sebagai kandidat cagub-cawagub di Pilkada DKI pada 2017 mendatang.

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno menegaskan, setiap pasangan calon tidak diperbolehkan memasang iklan di media massa, kecuali iklan yang telah difasilitasi penyelenggara pemil.

“Jadi kalau iklan di media massa cetak, elektronik yang menampilkan calon itu hanya (dapat dibenarkan jika) difasilitasi oleh KPU, jadi calon tidak boleh beriklan,” ujarnya pada Jumat (16/12/2016).

Peringatan KPUD tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi kampanye melalui media massa yang sebelumnya pernah terjadi, supaya tidak terulang lagi.

“Seperti kasus beberapa waktu yang lalu, di sebuah stasiun tv ada iklan dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Pak Djan Faridz yang menyatakan nota kesepahaman dengan pak Ahok, yang substansinya iklan,” jelas Sumarno.

Untuk kasus iklan Pasangan Cagub-Cawagub Ahok-Djarot, lanjut Sumarno, pihak KPUD Jakarta tidak menggugurkan status kandidat petahana tersebut. Pasalnya, tim Pemenangan Ahok-Djarot tidak mengetahui adanya iklan kampanye tersebut.

“Itu langsung kita tegur, kemudian bawaslu juga memanggil, langsung dihentikan. Dan ternyata tim dari pak Ahok-Djarot sesungguhnya tidak bisa menerima,”katanya. (GS)

Be the first to comment on "KPUD DKI Jakarta Larang Setiap Kandidat Berkampanye Lewat Media Massa"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*