Benih Impor Rentan Penyakit, Petani Yang Dirugikan

Ilustrasi Petani Cabai

Navigasinews – Indonesia sebagai negara agraris yang besar membutuhkan banyak benih, pupuk, pembasmi hama dan sebagainya. Hal ini membuka peluang impor untuk berbagai komoditas yang mendukung usaha pertanian, diantaranya benih cabai yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

Kasus yang terungkap adalah ditemukannya penyakit tanaman golongan A1 dari tanaman cabai dari China di Bogor, Jawa Barat.

Widodo, Kepala Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, terus belangsungnya impor benih baik melalui program pemerintah maupun perdagangan umum akan menjadi tantangan berat.

“Munculnya penyakit penyakit baru yang ditemukan tim Klinik Tanaman selama ini karena terbawa oleh benih. Benih-benih ini merupakan benih impor,” terang Widodo seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/12/2016).

Catatan Klinik Tanaman, Departemen Proteksi Tanaman IPB, dari 1994 sampai dengan saat ini telah teridentifikasi 12 jenis organisme pengganggu tanaman baru.

Organisme ini dikenal sebagai Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) golongan A1, yaitu OPT yang belum terdapat di dalam negeri.

Benih yang membawa bibit penyakit ketika ditanam akan menular ke tanaman yang lain melalui aliran air, percikan air, angin, serangga, serangga, vektor, alat-alat pertanian maupun perdagangan produk tersebut ungkap Widodo.

“Hal ini sangat berbahaya karena seringkali ketika muncul penyakit baru kita tidak memiliki strategi penanganan yang tepat dan cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Suryo Wiyono, Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB mengatakan, masuknya penyakit lewat benih sangat merugikan.

Kerugiannya, tidak hanya menurunkan produksi namun merugikan petani karena bisa meningkatkan biaya produksi, dan menurunkan pendapatan petani.

“Sekali hama atau penyakit masuk ke negara kita sangat sulit sekali menghilangkannya,” tegasnya.

Sebagai contoh, yakni kasus bawang merah di 1997 lalu, di mana terjadi impor bawang merah konsumsi yang kemudian disalahgunakan menjadi benih. Bawang tersebut ternyata mengandung penyakit golongan A1.

“Sampai saat ini, penyakit tersebut terus menyerang dan menjadi musuh utama petani bawang” tambah Suryo.

Be the first to comment on "Benih Impor Rentan Penyakit, Petani Yang Dirugikan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*