Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Kementrian PUPR Libatkan Istri Pegawai Untuk Cegah Pungutan Liar

Ilustrasi Stop Pungli. Sumber: Saberpungli.id

NAVIGASINEWS – Sejak digalakan Presiden Joko Widodo, pemberantasan pungli semakin gencar dilaksanakan. Instansi pemerintah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak mau ketinggalan.

Upaya yang dilakukan untuk menekan praktik pungli adalah melibatkan istri para pegawai Kementerian PUPR. Mereka diminta mengingatkan suami masing-masing untuk tidak mencari peluang melakukan pungli.

“Kita ketahui, anggaran ke Kementerian PUPR dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini adalah hal yang bukan berarti karena anggaran besar, kita mempunyai kesempatan mendapat pendapatan besar. Tapi ibu-ibu adalah pendukung suami agar bisa bekerja lebih baik, karena beban tugas yang diberikan juga semakin besar,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti Eko, dalam seminar di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Anita mengatakan, di satu sisi istri bisa menjadi pemicu suaminya melakukan korupsi. Namun, di sisi lain istri juga berperan sekaligus mencegah suaminya untuk korupsi. Oleh sebab itu, Anita mengajak para istri pegawai Kementerian PUPR membentengi diri dan keluarganya agar steril dari korupsi.

“Oleh karena itu, ini adalah perjuangan yang sangat besar, dan sangat mulia. Kami juga sangat berharap, bapak-bapaknya juga bisa bekerja lebih baik,” jelas dia.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) pungli. Tim ini akan mengawasi unit-unit di Kementerian PUPR yang rawan korupsi.

Tim Saber sudah mengidentifikasi titik-titik rawan pungli di Kementerian PUPR dan akan berlaku efektif sejak Januari 2017.

“Nanti kita akan bisa menangkap orang. Nanti kalau ada yang tertangkap sudah otomatis,” pungkasnya

Be the first to comment on "Kementrian PUPR Libatkan Istri Pegawai Untuk Cegah Pungutan Liar"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*