Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Presiden Republik Islam Gambia Terpilih Ternyata Pernah Berkerja Sebagai Satpam di London

Adama Barrow melambaikan tangan kepada para pendukungnya

Navigasinews – Republik Islam Gambia telah usai melaksakan pemilihan umum (pemilu) guna memilih pemimpin negara yang baru. Komisi Pemilihan di Gambia mengumumkan Calon Presiden Adama Barrow resmi menjadi Presiden Republik Gambia Terpilih setelah mampu memperoleh 46 persen dukungan atau 263.515 suara. Sedangkan capres petahana Yahya Jammeh menduduki peringkat kedua, yang hanya mendapatkan 37 persen dukungan atau 212.099 suara. Sementara di urutan ketiga diraih oleh Mama Kendeh yang mampu mendapatkan sisa 17,8 dukungan masyarakat atau 102.969 suara.

Kemenangan Adama Barrow dalam Pilpres Gambia 2016 merupakan kemenangan yang sangat membanggakan. Bagaimana sesorang warga biasa mampu mengalahkan sosok capres petahana, Yahya Jammeh yang telah berkuasa selama 22 tahun sejak kudeta pemerintahan pada tahun 1990-an.

Selama masa kampanye pilpres, Barrow –begitu sapaan akrabnya- berjanji akan membawa pembaharuan bagi Gambia yang juga terkenal sebagai salah satu Negara termiskin di Afrika. Ia juga berjanji akan menerapkan beberapa reformasi setelah diambil sumpahnya sebagai presiden.

Memiliki latar belakang sebagai warga biasa dan pengusaha swasta, menjadi keuntungan tersendiri bagi Barrow. Selain dipandang masyarakat Gambia sebagai sosok yang tidak memiliki ‘dosa masa lalu’ dalam kancah politik Gambia, Barrow juga terkenal sebagai pekerja yang giat. Maka tak ayal, mayoritas rakyat Gambia menjatuhkan pilihannya kepada Barrow.

Sementara di balik semua penilaian masyarakat Gambia terhadap sosok Garrow, ada hal mengejutkan dimana Presiden yangg baru terpilih tersebut pernah bekerja sebagai Anggota Satuan Pengamanan (Satpam) di Argos, Jaringan Toko peralatan rumah tangga di Inggris.

Barrow datang ke inggris untuk belajar. Di sela-sela kesibukan belajarnya inilah, pria sederhana itu rela bekerja selama 15 Jam sehari sebagai Satpam Argos demi mendapatkan pundi-pundi uang yang dapat ditabungnya guna mendirikan perusahaannya sendiri. Ia mengaku bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan atas masa lalunya, apalagi merasa malu.

“Hidup adalah proses. Kehidupan di Inggris membantu membentuk kepribadian saya,” kata Barrow dalam wawancara dengan surat kabar Prancis Le Monde.

Sebagai seorang muslim, Barrow dikenal sangat taat dalam urusan Agama. Ia mengatakan bahwa Agama merupakan panduan hidup yang memiliki pengaruh nyata dalam kehidupannya. “Jika Anda orang yang beragama, maka agama ini akan selalu memberikan pengaruh dalam kehidupan Anda,” katanya.

Be the first to comment on "Presiden Republik Islam Gambia Terpilih Ternyata Pernah Berkerja Sebagai Satpam di London"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*