Beda Pendapat dengan Demokrat, PDI-P: Polisi Pasti Memiliki Bukti Kuat Dalam Kasus Dugaan Makar

Ahmad Basarah

Navigasinews- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan ikut berpendapat soal penangkapan terhadap tujuh tersangka kasus dugaan makar yang dilakukan Polri pada Jumat (2/12/2016) lalu

Syarief menilai bahwa tuduhan upaya makar dari Kepolisian tersebut terlalu berlebihan. Menurutnya, belum ada indikasi kuat yang dapat membuktikan adanya tindak-upaya penghasutan atau makar.

“Kami masih melihat bahwa terlalu jauh untuk melihat ke sana,” ujar Syarief dalam acara “Satu Meja” yang ditayangkan Kompas TV, Senin (5/12/2016) malam.

Wakil ketua DPR itu kemudian berdalih bahwa seluruh rakyat Indonesia sudah paham dan menyadari jika aksi makar adalah bentuk tindakan yang inkonstitusional dan dapat merusak tatanan demokrasi yang telah terbangun.

Sementara, jika ada kritik yang disampaikan masyarakat, itu seharusnya dapat diakomodir karena telah sesuai dengan mandat yang termaktub dalam Undang-undang. Namun, tetap dalam koridor kepatutan secara hukum dam aturan yang  berlaku.

Meskipun syarief meragukan tuduhan makar tersebut, ia tetap memperingatkan aparat untuk tetap siap dan waspada dalam mengantisipasi hal-hal yang negatif. Tak lupa, Syarief pun meminta Polri untuk dapat membuktikan terhadap kebenaran tuduhany tersebut.

“Namun bagaimana pun juga, dengan begitu banyak massa, tentunya kami mendorong aparat keamanan TNI-Polri waspada. Itu sah-sah saja, itu merupakan tugas dan tanggung jawab,” pintanya.

Sementara Itu, Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjend) PDI Perjuangan Ahmad Basarah memberikan pendapat yang berbeda. Ia menilai bahwa polisi tidak mungkin nekat dalam setiap tindakannya, khususnya dalam menangkap dan menetapkan tersangka dalam kasus apapun. Dugaan makar yang disebutkan Polri pasti memiliki alasan dan bukti yang kuat untuk sampai ke tingkat penyidikan.

“Tindakan polisi memanggil, menjemput dan mentersangkakan para pihak yang diduga melakukan upaya makar, pasti memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk sampai ke tindakan hukum seperti itu,” ujar Basarah.

Selanjutnya, Basarah mengajak masyarakat untuk menunggu dan memberikan kepercayaan kepada Para penegak hukum untuk menjalankan tugasnya melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus dugaan upaya makar.

“Oleh karena itu, tunggu dulu. Terlalu prematur menuduh Polri proporsional atau tidak proporsional dalam hal ini. Karena proses perkara ini masih berlangsung,” ujar dia.

Basarah pun berpendapat alangkah baiknya publik mempercayakan pengungkapan kebenaran perkara itu kepada sistem hukum di Tanah Air. Dari keputusan itu nantinya dapat disimpulkan apakah aksi polisi dianggap berlebihan atau tidak.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDI-P tersebut kemudian mengapresiasi Polri atas kinerjanya yang mampu memberikan tindakan pencegahan. Belakangan diketahui Polri menangkap para tersangka yang diduga makar menjelang Aksi “Bela Islam III” 2 Desember 2016.

“Polisi melakukan tindakan preventif untuk menjaga kemurnian umat Islam yang ingin mengekspresikan perasaan keislamannya akibat ada dugaan kitab sucinya dinistakan oleh Pak Ahok (Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama),” pungkasnya.

“Jadi ingin dipilah supaya tidak ada manipulasi. Apa yang kita saksikan peristiwa aksi super damai lebih ke kegiatan ibadah, doa, zikir di mana polisi berhasil memisahkan mana gerakan keagamaan dan mana gerakan politik,” kata dia.

Senada dengan Basarah, Tokoh Nasional Komarudin Hidayat menjelaskan bahwa publik tengah menyorot kinerja Kepolisian, Khususnya dalam perkara hukum kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ia menilai sebagai suatu institusi penegakkan hukum, Polisi akan bekerja secara profesional.

“Polisi tidak akan main-main mempertaruhkan kepercayaannya ya. Karena polisi dapat pressure luar biasa dalam kasus Ahok ini. Oleh karena itu ketika polisi menangkap, saya yakin dia punya informasi dan pertimbangan tersendiri,” ujar Komarudin. (GSP)

Be the first to comment on "Beda Pendapat dengan Demokrat, PDI-P: Polisi Pasti Memiliki Bukti Kuat Dalam Kasus Dugaan Makar"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*