Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Masyarakat Miskin Dikahwatirkan Bertambah Jika Pemerintah Cabut Subsidi Listrik 900 VA

Subsidi Listrik Diacabut

NAVIGASINEWS – Pemerintah memastikan akan mencabut subsidi 18,8 juta pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA) pada Januari 2017. Namun, kebijakan itu dirasa akan menambah jumlah masyakarat miskin di Indonesia.

“Saya takutnya yang tidak miskin atau nyaris miskin, jadi miskin,” ujar Pengamat ekonomi Faisal Basri di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Ia mengungkapkan, pelanggan listrik 900 VA memang bukan masyakat miskin tetapi masyarakat yang tingkat ekonominya tidak jauh dari garis kemiskinan.

Pengeluaran rumah tangga untuk listrik cukup besar. Sementara itu upah riil masyarakat justru mengalami penurunan.

“Upah buruh bangunan turun, pendapatan petani turun, ini hampir separuh dari penduduk Indonesia. Nah sementara pendapatan dia turun, dihantam oleh listrik yang naik,” kata Faisal.

Sedangkan pemerintah meyakini kebijakan pencabutan subsidi 18,8 juta pelanggan listrik 900 VA mampu menghemat pengeluaran anggaran negara.

“Dari hasil kebijakan itu, kami hitung hampir lebih dari Rp 20 triliun yang bisa kita hemat di 2017,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di acara diskusi Energi Kita, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Pencabutan subsidi listrik dilakukan karena 18,8 juta pelanggan 900 VA tergolong rumah tangga mampu.

Data itu berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Di Indonesia, total terdapat 22,9 juta rumah tangga pelanggan listrik 900 VA , namun hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi termasuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Be the first to comment on "Masyarakat Miskin Dikahwatirkan Bertambah Jika Pemerintah Cabut Subsidi Listrik 900 VA"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*