Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Asian Games Tahun Depan, Sekjen KOI Malah Jadi tersangka

Sekjen KOI Doddy Iswandi

Navigasinews – Dunia olahraga nasional kembali diguncang kasus korupsi. Kasus korupsi Hambalang belum selesai dalam persidangan. Kini muncul lagi kasus korupsi yang menyeret pejabat Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Adalah Sekjen KOI Doddy Iswandi (DI) yang diduga menyelewengkan dana sosialisasi Asian Games 2018.

Kasus tersebut dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. Dia mengatakan, D telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi sejak 24 November lalu. Kasus itu pun telah terdaftar dengan nomor B/6906/XI/2016/Ditreskrimsus. “Dugaan awal, yang bersangkutan telah melakukan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018,” terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (4/12).

Terkait jumlah, kata Argo, diperkirakan nominalnya sekitar Rp 5 miliar. Kini kasus tersebut sedang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum bidang korupsi. Selanjutnya, dia belum bisa menentukan apakah ada tersangka lain untuk kasus ini. Namun, jika dilihat dari prosesnya kemungkinan besar bakal muncul tersangka lain.

Kasus tersebut merupakan imbas dari sosialisasi yang digelar KOI pada 2015. Kala itu, sosialisasi berlangsung di enam kota besar di Indonesia, antara lain, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Palembang, dan Jakarta. Anggaran sosialisasi bersumber dari APBN Rp 61,3 miliar. Sebelumnya Komisi X DPR RI juga melihat adanya indikasi potensi kerugian negara. Jumlahnya pun cukup fantastis, sekitar Rp 40 miliar yang harus dikembalikan ke kas negara.

“Perlu tahapan pemeriksaan. Tidak bisa asal tunjuk saja,” kata Argo. Menurut dia, tim penyidik bakal terus mengumpulkan informasi dari D. Misalnya, seperti mengenai aliran dana itu. Apakah ada pihak lain yang menerima dana itu atau tidak. Sementara itu, Muddai Madang, Waketum KOI menjelaskan kalau yang bersangkutan memilih cuti dari posisinya sebagai Sekjen KOI per 1 Desember kemarin.

“Kita harus hormati proses hukum yang sedang di jalani Pak Doddy,” ujarnya. Tetapi dia menegaskan kalau kasus yang menimpa D tidak akan mengganggu persiapan dan kepanitiaan INASGOC menuju Asian Games 2018.

Gatot S Dewa Broto, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menjelaskan, pihaknya baru mendengar kabar tersebut. “Tetapi secara formal kami belum dapat tembusan dari polisi maupun KOI,” urainya. Dengan terkuaknya kasus tersebut pihak Kemenpora juga berharap supaya kinerja INASGOC dalam mempersiapkan Asian Games 2018 tidak kendor.

“Ini akan menjadi pembelajaran buat kami,” lanjutnya. Sebab, pada masa reformasi birokrasi yang tengah berjalan saat ini, tidak akan ada ruang untuk memainkan anggaran. Kasus tersebut juga akan menjadi perhatian OCA (Badan Olimpiade Asia). Sebab, dalam masa persiapan kali ini, Indonesia mendapatkan banyak catatan, termasuk proses renovasi hingga broadcasting fee.

“Terhadap kemungkinan respons OCA pun, akan dijelaskan oleh INASGOC dan Kemenpora,” terang Gatot. Bahwa INASGOC tetap akan bekerja sesuai tugasnya, karena Gatot menilai tidak ada keterkaitan langsung antara INASGOC dengan kasus yang membelit Sekjen KOI tersebut.

Be the first to comment on "Asian Games Tahun Depan, Sekjen KOI Malah Jadi tersangka"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*