Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Perjalanan Kapolri Jaga Keutuhan Bangsa Pada Aksi 411 Hingga 212

ilustrasi oleh Karlina S.

Navigasinews – Kepolisian Republik Indonesia memiliki peran menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Salah satu tugas tersebut adalah menjaga keamanan nasional dalam rangka menyambut Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2017. Di antara 101 daerah, berupa tujuh provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota yang menggelar Pilkada serentak 2017.

Namun, fokus perhatian polri tertuju pada pilkada DKI Jakarta yang seketika berubah menjadi kontestasi yang paling panas menyusul adanya kontroversi kasus Ahok yang mengutip surah Al Maidah 51, sehingga suhu politik terasa meningkat. Aparat kepolisian menghadapi ujian berat justru dalam mengamankan Pilkada DKI ini.

Gerakan demonstrasi dari berbagai massa bertemakan aksi bela islam pun menjadi perhatian publik senusantara. Tidak tanggung-tanggung, aksi tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Aksi bela Islam Jilid I 14 Oktober 2016, Jilid II pada 4 November 2016, dan Jilid III pada 2 desember 2016.

Telah menjadi perhatian publik, tugas Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian semakin berat. Lebih dari satu juta massa membeludak menghadiri aksi bela islam jilid II di Jakarta. Berbagai issu mengenai stabilitas nasional pun beriringan muncul ke permukaan.

Strategi kapolri, Jenderal Polisi Drs. M. Tito karnavian Ph.D. menangani permasalahan tersebut patut diapresiasi. Nuansa keutuhan berbangsa terlihat jelas didorong oleh jendeal bintang empat itu. Bagaimana perjalanan penanganan aksi bela islam jilid II-III dilakukan? Berikut kronologinya:

25 Oktober 2016
Kapolri Gandeng Kampus Jaga Kamtibnas
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dan diskusi dengan dengan BEM se-Jakarta di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Selasa, 25 Oktober 2016. Dalam kesempatan itu, ia mengajak elemen kampus untuk bersama menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Polri dalam menghadapi tantangan ini tidak dapat bekerja sendiri semua pihak harus berkerja sama. Elemen kampus merupakan partner potensial dan penting bagi Polri dalam mewujudkan kamtibmas,” kata Tito dalam keterangan persnya.

26 Oktober 2016
Polisi Tangkap Pelaku Penyebaran Berita “Hoax” Instruksi Kapolri
Penyidik Bareskrim Polri menangkap pelaku penyebar berita hoax soal instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Berita hoax itu menyebutkan bahwa Kapolri memerintahkan Bareskrim untuk memeriksa mantan Ketua MPR RI, Amien Rais.

27 Oktober 2016
Kapolri Dorong Kerja Sama Polri dengan Media
Media kata Tito, mampu menggiring opini publik, baik itu positif maupun negatif. Karenanya, Tito mendorong humas kepolisian membina hubungan baik dengan media untuk mengangkat citra Polri di mata masyarakat.
“Kami punya potensi luar biasa untuk membangun persepsi publik yang positif, media dapat mengambil peran untuk menjaga stabilitas kamtibnas,” ucap Tito.

29 Oktober 2016
Beredarnya Surat NKRI Siaga I dan Instruksi Tambahan Kirim Personel ke Jakarta
Beredar surat yang dikeluarkan Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) Korps Brimob. Surat yang mempunyai nomor Nota Dinas B/ND/35/X/2016/Korbrimob itu, menyebutkan Siaga I di seluruh wilayah NKRI. Surat yang disinyalir sebagai aspirasi Brimob tersebut ditindak lanjuti dengan instruksi kepada 15 Polda untuk mengirimkan personel ke Jakarta.

Mabes Polri melalui surat telegram dengan nomor STR/779/X/2016 menginstruksikan kepada satuan Korps Brimob Polri dan 16 Kepolisian Daerah (Polda) menyiagakan pasukannya untuk menghadapi rencana aksi unjuk rasa pada 4 November 2016. Aksi tersebut menyikapi pernyataan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok).

Selain itu, diambil pula langkah-langkah seperti membangun komunikasi Persuasif agar aksi dugaan penistaan agama pada Jumat 4 November 2016 akan berjalan tertib. Tak ada kejadian yang merugikan masyarakat terlebih ditunggangi pihak tertentu yang ingin merusak Kamtibnas.

Dilakukan pula Patroli Dunia Maya dengan tujuan untuk mengantisipasi demo anarkis dan menghindari tersebarnya informasi yang meresahkan masyarakat. Patroli siber tersebut bagian dari upaya antisipasi terjadinya hasutan atau informasi yang bernada provokasi.

Koordinasi Kepala Daerah Sekitar DKI, Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan kepala daerah di sekitar Jakarta. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya unjuk rasa anarkistis dan ditumpangi pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

31 Oktober 2016
Kapolri Kerahkan 18.000 Personel Polisi untuk Amankan Demo 4 November
Aksi demonstrasi besar-besaran pada 4 November 2016 mendatang terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok). Sebanyak 18.000 personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi yang akan berlangsung di depan Istana Negara itu.

“Total kita semua ada 18.000 (personel), yang jelas saya mengimbau kepada masyarakat untuk tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh media-media sosial,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob, Jl. Akses UI, Depok, Jawa Barat (31 Oktober 2016/2016).

1 November 2016
Imbauan kepada massa Aksi bela Islam Jilid II Melalui Acara Mata Najwa
Program stasiun televisi swasta Metro TV, Mata Najwa menghadirkan Kapolri sebagai salah satu Narasumber (1/11/2016). Dalam acara yang dipandu oleh Najwa Shihab tersebut, Kapolri megeluarkan 4 imbauan kepada massa agar: 1) Tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, 2) Tidak mengganggu ketertiban umum, 3) Mengindahkan etika dan moral, 4) Memelihara kesatuan dan keutuhan bangsa

2 November 2016
Kapolri Gelar Apel Kesiapsiagaan di Lapangan Monas
Dalam rangka menyambut Tahap Kampanye Dalam Rangka Pilkada Serentak 2017, kapolri bersama panglima TNI menggelar Apel Kesiapsiagaan di lapangan Monumen Nasional. Dalam kesempatan tersebut, telah disiapkan pula 18.000 personel untuk pengamanan aksi bela islam jilid II di antaranya pasukan bersorban dan yang populer sebagai pasukan Asmaul Husna, serta pasukan polwan berhijab.

Kehadiran tersebut mendorong kapolri untuk memastikan bahwa Demo 4 November dalam keadaan Aman terkendali.

3 November 2016
Pemanggilan Imam Besar FPI Sebagai Saksi Ahli
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq terkait kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) hari ini. Habib Rizieq pun menghadiri pemeriksaan tersebut dan diperiksa selama lebih dari 7 jam.

4 November 2016
Penanganan Aksi yang lebih Persuasif
Aksi 4 November memang berakhir dalam keadaan kisruh, namun hal tersebut tidak menutupi upaya kapolri agar aksi berjalan dengan damai. Hal tersebut terlihat selama berjalannya aksi dari siang hingga sore hari. Penanganan aksi tersebut bahkan patut mendapat apresiasi yang sangat besar atas berjalannya dengan damai.

Ada beberapa strategi yang dilakukan diantaranya adalah Pertama, polisi memakai sorban dan peci putih, sehingga terlihat tdk garang seperti layaknya polisi anti huru hara yang biasa diterjunkan. Hal ini tentu akan menyurutkan kebrutalan para pengunjuk rasa. Karena mereka akan melihat polisi bukan lawan tapi kawan. Kedua, polisi di ring 1 terus membaca Asmaul Husna dengan posisi duduk bersila. Dengan khusu’ dan fasih bahkan ada yang hafalan. Tentu saja membuat suasana tambah sejuk. Karena massa aksi melihat bahwa polisi pun juga saudara seiman. Ketiga, kehadiran polisi wanita (polwan) di ring 1 pengamanan dengan berkerudung tentu akan membuat segan para pengunjuk rasa yang mayoritas laki-laki. Tentu saja sangat kecil kemungkinannya massa yang mayoritas laki-laki akan menyerang atau memaki-maki polisi wanita yang cantik-cantik.

5 November 2016
Polisi Periksa 25 Orang Terkait Kerusuhan Demonstrasi 4 November
Menindak lanjuti tindak kekisruhan dalam aksi 4 November 2016, Polri mengejar pelaku tindak provokatif dalam aksi tersebut. Kepolisian pun menangkap dan sedang memeriksa 25 orang yang diduga sebagai provokator dan pelaku penjarahan dalam demonstrasi yang berakhir ricuh pada Jumat 4/11 malam.

7 November 2016
Polri Periksa Ahok di Mabes Polri
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan keseriusannya dalam menangani tuntutan dan laporan terhadap dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Akhirnya, Ahok pun diperiksa seputar pernyataannya yang dinilai menistakan agama dalam kunjungan ke Pulau Seribu pada 27 September 2016.

8 November 2016
Janji Kapolri Setia Pada negara di Hadapan Presiden
Pasca demonstrasi 4 November tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para anggota Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8 November 2016)‎.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan institusi Polri dan seluruh jajarannya menegaskan kesetian kepada negara. Polri juga memastikan kesetiaan kepada pimpinannya, yaitu Presiden Republik Indonesia.

9 November 2016
Kapolri Sudah Terima Informasi Unjuk Rasa Lanjutan pada 25 November
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan, pihak kepolisian sudah mendapat informasi bahwa akan ada aksi unjuk rasa pada 25 November 2016 mendatang. Informasi tersebut ditanggapi serius dan segera melakukan persiapan agar situasi Nasional tetap aman.

11 November 2016
Penegasan Ikrar Kepolisian Bahwa Tetap Loyal Pada Negara dan Rakyat
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok. Dalam sambutannya di hadapan Presiden Joko Widodo dan personel Brimob, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan Brimob dan Polri setia kepada pimpinan negara yang sah dan rakyat.

12 November 2016
Kapolri Tito Temui BEM Se-Indonesia, Ajak Jaga Kantibmas

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara Pra Temu Nasional BEM se-Nusantara IX Tahun 2016 di Jakarta.
Pertemuan ini dihadiri oleh 80 Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia. Bertempat di Kampus Trisakti yang ada di Grogol Petamburan, pertemuan ini juga dihadiri Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kepala STIK-PTIK Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie.

Dalam sambutannya, Tito meminta semua pihak khususnya seluruh mahasiswa di tanah air ikut mengawal jalannya sistem demokrasi di Indonesia.

14 November 2016
Kapolri Perintahkan Korps Brimob Pertajam Intelijen
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, menginstruksikan Korps Brimob Polri untuk mempertajam kemampuan intelijen. Pesan tersebut disampaikan Tito dalam perayaan Ulang Tahun Korps Brimob ke-71.

“Kemampuan ini harus menjadi bagian dari keterampilan khas Brimob yang tidak kalah dengan keterampilan lainnya di antaranya Wanteror, PHH Polri dan Jihandak guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan,” ucap Tito, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14 November 2016).

15 November 2016
Gelar Perkara Kasus Ahok Berlangsung Semi Terbuka
Polri menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, Hal tersebut terlihat dari dibukanya Gelar perkara terbuka. Hal tersebut merupakan sejarah bagi hukum di Indonesia karena pertama kali dilakukan Polri dalam menangani berbagai kasus. Biasanya Polri hanya melibatkan unsur internal untuk gelar perkara.
Berbagai pihak mengapresiasi langkah Polri menggelar perkara terbuka kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Terdapat tiga kelompok saksi yang hadir dalam gelar perkara tersebut. Saksi dari Polri sejumlah 13 orang. Saksi dari Pelapor sejumlah 5 orang. Sedangkan Saksi dari terlapor sejumlah 12 orang.

16 November 2016
Pengumuman Hasil Gelar Perkara bahwa Ahok Jadi Tersangka
Polri telah mengeluarkan kesimpulan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Mabes Polri, Jakarta. Kesimpulan tersebut dibacakan langsung oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto.

17 November 2016
Kapolri Mengidentifikasi “Cyber Troops” yang Lakukan Provokasi di Medsos
Simpang siur informasi di dunia maya bergulir dengan cepat. Menghindari wacana yang mengarah pada tindak radikalisasi, Kapolri mempersiapkan penanganan khusus di dunia maya. Hal tersebut dipicu adanya indikasi “Cyber Troops” melakukan provokasi melalui berbagai media sosial.

18 November 2016
Kapolri Gelar Pertemuan Tertutup dengan MUI
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan para ulama di aula pertemuan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Kepolisian Republik Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyepakati bahwa kasus yang menimpa Calon Gubernur DKI Jakarta (Petahana) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, adalah murni masalah hukum.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan konflik etnis atau pun konflik antaragama.

20 November 2016
Menyambangi Majelis Taklim di Kwitang
Jenderal Polisi Tito Karnavian menyambangi majelis taklim Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsy di Kwitang, Jakarta Pusat. Tito memastikan kedatangannya tak ada kaitan dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tengah bergulir.

Menurut Tito, hubungan baik antara ulama dan pemerintah (umaro) sangat diperlukan untuk menjaga agar bangsa tetap utuh. Gabungan kekuatan itu sudah terbukti sejak zaman penjajahan. Bergabungnya ulama dengan umaro pada 10 November berhasil mengusir penjajah.

21 November 2016
Kapolri Menyebutkan Ada Agenda Makar
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pihaknya mencurigai ada sejumlah pihak yang memanfaatkan aksi Bela Islam III pada Jumat 2 Desember 2016 untuk menjadi gerakan makar. “Ada upaya-upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuk DPR, dan berusaha untuk dalam tanda petik ‘menguasai DPR’,” ungkap Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21 November 2016).

Ia menerangkan, Polri akan melakukan upaya antisipasi gerakan tersebut dengan melakukan pencegahan yakni memperketat penjagaan di Gedung DPR/MPR.

22 November 2016
Maklumat Pelarangan Aksi Shalat Jumat Di Jalan Raya dan ancaman Tindak Tegas Provokator Rusuh
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku akan mengeluarkan maklumat untuk melarang aksi unjuk rasa yang akan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang berpusat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Rencana aksi unjuk rasa tersebut masih terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pasalnya, para peserta aksi tersebut akan menutup jalan utama Ibu Kota, tempat ribuan kendaraan melintas di sana setiap harinya.

23 November 2016
Pertemuan tertutup dengan PP Muhammadiyah Bahas Deradikalisasi
Pertemuan tertutup antara PP Muhammadiyah dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berlangsung tadi siang di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan tidak ada pesan khusus yang disampaikan Tito kepada pihaknya. Tito hanya menyampaikan komitmennya menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), secara tegas dan transparan.
“Pak Tito menyampaikan bahwa tetap konsisten bekerja dengan koridor hukum yang tegas, kemudian juga prosesnya tepat dan transparan,” kata Haedar Nashir usai menerima kedatangan Tito, Rabu (23 November 2016).

25 November 2016
Bertandang ke Kongres Muslimat NU
Tito menjawab pertanyaan dalam dialog bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Dalam Dialog tersebut Dia berharap semua pihak menghormati proses hukum terhadap Ahok. Dia berharap lewat sidang di pengadilan akan terbukti bersalah tidaknya Ahok dalam kasus penistaan agama. “Biarlah pengadilan yang berbicara,” tutur Tito.

27 November 2016
Sarapan Bersama Petinggi PBNU Bahas Deradikalisasi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajaran pagi ini mendatangi kantor PBNU. Tito mengajak NU untuk bersama-sama memerangi paham radikal.

“Di era demokrasi liberal ini bagus di satu sisi, ada keseimbangan antara pemerintah dan rakyat. Rakyat bisa mengontrol pemerintah. Ada negafitnya, kalau kalau terlalu bebas bisa berbahaya, paham radikal bisa masuk,” ujar Tito.

Hal itu disampaikan Tito dalam sambutannya pada acara Silaturahmi dan Sarapan Bersama Ketum PBNU Said Aqil di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Minggu (27 November 2016/2016). Turut hadir dalam acara ini Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kapolda Metro Irjen M Iriawan.

Tito mengatakan Islam yang ada di Indonesia merupakan Islam yang mengedepankan kedamaian, seperti yang diajarkan para wali. Dia meminta NU untuk terlibat dalam mencegah paham radikal yang kini berpotensi bisa masuk dengan kencang di Indonesia.

28 November 2016
Kapolri dan GNPF MUI Sepakat: Aksi 2 Desember Digelar di Monas
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan tokoh-tokoh dari GNPF di kantor MUI terkait rencana demonstrasi 2 Desember mendatang. Aksi disepakati tidak dilakukan di jalan protokol, tapi di Monumen Nasional.
“Akhirnya kita capai kesepakatan di Monas, jam 08.00 sampai jam 13.00 WIB,” kata Tito dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28 November 2016).

Tito mengatakan kesepakatan ini diambil setelah melalui dialog. Tito juga menjelaskan alasan hukum yang tak membolehkan aksi unjuk rasa mengganggu ketertiban umum. “Disepakati aksi dilakukan secara damai. Super damai,” ujar Tito.

30 November 2016
Apel Nasional Nusantara Bersatu
Ribuan orang dari berbagai unsur berkumpul dalam acara ‘Nusantara Bersatu Indonesia’ di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (30 November 2016).

Dalam apel nasional ini hadir juga Panglima TNI Jenderla Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Plt Gubernur DKI Sumarsono yang mengenakan ikat kepala berwarna merah putih.

Selain itu hadir juga ribuan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah mengah atas. Hadir juga tokoh agama, budayawan, pejabat publik, musisi hingga artis.

Yang menarik ratusan gerobak pedagang penjaja makanan berjejer menjajakan sarapan gratis bagi seluruh yang hadir. Diketahui apel ini bertujuan untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

1 Desember 2016
Makan Siang Bersama Pemimpin Redaksi Media
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Restoran Meradelima, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Desember 2016.

Tito tiba di restoran yang dekat dengan Markas Besar Polri itu sekitar pukul 12.20 WIB. Saat turun dari mobil, Tito menyapa beberapa pejabat Polri yang hadir, seperti Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak kerjasama kepada seluruh media agar tetap menghadirkan informasi positif dalam rangka menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.

2 Desember 2016
Kapolri Hadir dan Naik ke Panggung Utama Aksi Damai 212
Mengenakan kopiah hitam, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir dalam aksi super damai Bela Islam III di Monas, Jakarta Pusat (2 Desember 2016). Kapolri Jendera Tito mengenakan pakaian dinas disertai peci berwarna hitam. Jenderal Tito naik ke panggung utama aksi disambut oleh sejumlah ustadz di antaranya Bacthiar Nasir dan Imam Besar FPI Habib Rizieq.

Dan artikel ini diterbitkan, Aksi Super Damai 212 masih berjalan dengan tertib dan damai.

Be the first to comment on "Perjalanan Kapolri Jaga Keutuhan Bangsa Pada Aksi 411 Hingga 212"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*