Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Ketum HMI Cabang Ciputat: Yang Terpenting Substansi Aksi Tetap Pada Penegakkan Hukum

ilustrasi Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Navigasinews – Kasus dugaan penistaan Agama yang melibatkan nama Gubernur non aktif Basuki Cahaya Purnama (Ahok), mengundang berbagai reaksi. Pernyataan yang dilontarkan Ahok dianggap telah menistakan agama Islam, kecaman datang dari berbagai pihak, dan menimbulkan aksi besar-besaran pada Jumat, 4 November 2016 di berbagai daerah, khususnya DKI Jakarta sebagai pusat dari gerakan massa.

Setelah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, kurang dari dua minggu setelah aksi 411 dilaksanakan, Kabareskrim Polri mengumumkan status Ahok sebagai tersangka dan melanjutkan tahap penyelidikan ketahap penyidikan.
Tidak cukup sampai disitu, walaupun Ahok telah ditetapkan menjadi tersangka, namun aksi yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) ini, akan kembali turun ke jalan pada Jum’at, 2 Desember 2016.

Habib Rizieq dalam konferensi pers (28/11) menyatakan bahwa Ahok belum ditahan. Oleh sebab itu, tuntutan kami tetap sama seperti aksi damai 411, adalah tahan dan penjarakan penista agama. “Memang saat ini status Ahok sudah tersangka, tetapi tidak cukup sampai di situ. Kami menginginkan agar Ahok segera ditahan atau penjarakan orang yang sudah menistakan agama”, tutur ketua FPI tersebut.

Pada level organisasi kemahasiswaan, fenomena ini menjadi menarik dan senantiasa mengisi ruang-ruang diskusi baik di dalam maupun di luar kampus. Muhammad Zainudin Asri, ketua umum HMI Cabang Ciputat ikut angkat bicara mengenai kondisi politik dan keagamaan yang beberapa minggu ini ramai dibicarakan. Menurutnya, dengan mengikuti perkembangan kasus tersebut membuat para mahasiswa khususnya kader HMI melek dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Saya pribadi, mengikuti perkembangan kasus ini dengan baik dari hari ke hari, dan saya bersyukur, karena dengan adanya kasus ini, ghirah kader untuk kembali membuka lembaran demi lembaran sejarah gerakan keagamaan dan politik Indonesia mulai mewabah, kaya malam ini, kita ngadain diskusi mengundang Ka Ipung (Red; Saiful Mujani), semuanya kami lakukan dlm upaya memahami situasi nasional. Supaya kader HMI Cabang Ciputat “melek” dengan kondisi nasional hari ini”.

Sebagaimana diketahui, Pengurus Besar HMI (26/11) telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh HMI cabang se-Indonesia untuk segera melakukan konsolidasi jelang aksi 212. menurut Asri, substansi dalam aksi nanti yang paling utama adalah penegakan hukum. “Saya tidak persoalkan apakah HMI akan ikut aksi atau tidak, toh HMI Cabang Ciputat juga ikut Aksi kok pada 411 kemarin, secara organisasi HMI Cabang Ciputat berada dibawah instruksi PBHMI, bagi kami yang terpenting adalah substansi aksi tetap pada penegakkan hukum, bukan memaksakan hukum sesuai dengan kehendak kelompok tertentu”.

Selanjutnya Asri menambahkan, alangkah baiknya jika PBHMI mengundang cabang-cabang terdekat dari Jakarta untuk tatap muka, berdiskusi dan membicarakan langkah-langkah konkret terkait rencana aksi super damai 212 nanti.

“Sejujurnya ya, saya dan teman-teman di Cabang Ciputat seringkali dibuat bingung, semenjak kasus penistaan agama ini mencuat, seringkali terdengar nama-nama yang mengatasnamakan HMI dan Alumni HMI. Hal itu juga sangat kami sayangkan. Untuk itu, apabila PBHMI akan melaksanakan aksi pada 2 Desember nanti. Instruksi langsung dengan mengundang cabang-cabang HMI sekitar Jakarta, saya kira bisa menjadi salah satu alternatif pilihan yang PBHMI bisa lakukan untuk menyatukan gerak dan langkah HMI pada aksi 212 nanti”. tutup asri

Be the first to comment on "Ketum HMI Cabang Ciputat: Yang Terpenting Substansi Aksi Tetap Pada Penegakkan Hukum"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*