Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Kapolri Bubarkan Aksi 212 Jika Mengganggu Keterbiban Umum

Kapolri, Jenderal Polisi Drs. H.M. Tito Karnavian M.H., Ph.D.

Navigasinews – Sejumlah kelompok massa berencana melakukan aksi bela islam III pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang. Aksi yang populer dengan sebutan Aksi 212 tersebut rencananya akan digelar dengan aksi gelar sajadah di jalan MH. Thamrin, Jakarta.

“sejumlah elemen telah mengirim rilis aksi bela islam III dalam bentuk gelar sajadah salat jumat di Thamrin‎, Sudirman, dan Bundaran HI,” kata Tito Karnavian, Senin (21/11/2016) di Mabes Polri.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa diperbolehkan Undang-undang namun ‎sesuai dengan undang-undang No 9 tahun 1998, penyampaian aspirasi memanglah hak konstitusional namun tidak bersifat absolut atau semena-mena.

“Ada yang tidak boleh, termasuk menganggu hak orang lain, menganggu keterbiban umum, dan menutup jalan protokol. Kalau itu di blok dan otomatis mengganggu. Yang sakit bisa terganggu, yang mau kerja, makanya saya melarang,” ujar mantan kepala BNPT tersebut.

Tito Karnavian menambahkan pihaknya tidak segan membubarkan aksi apabila para pengunjuk rasa tetap nekat melakukan unjuk rasa di jalan raya. Bahkan ancaman hukuman berat yakni pidana hingga lima tahun pun siap diterapkan.

‎”Kami akan melarang kegiatan itu. Kalau dilaksanakan akan kita bubarkan. Kalau melawan, akan kita tindak. Termasuk kalau melawan petugas, ada pasal yang mengancam,” katanya.

Be the first to comment on "Kapolri Bubarkan Aksi 212 Jika Mengganggu Keterbiban Umum"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*