Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Tim Cyber Polri Memburu Penyebar Isu Rush Money

ilustrasi: beberapa orang menarik uang di ATM

Navigasinews – Saat ini Tim cyber patrol Polri melakukan patroli di dunia maya guna menemukan pembuat isu rush money atau penarikan uang Massal pada 25 November mendatang.

Polisi menyatakan akan menindak tegas orang-orang yang membuat informasi yang mengarah ke kerusuhan dengan menyebarkan isu tentang rush money .

“Di medsos sekarang banyak info rush money. Saya ingatkan, siapa pun yang membuat info yang arahnya ke kerusuhan, kami akan tindak secara pidana,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/11).

Rikwanto mengatakan, isu gerakan rush money termasuk informasi yang provokatif. Polri menilai, ajakan tersebut berpotensi membuat keresahan dalam masyarakat.

“Kalau rupiah anjlok, rakyat yang susah. Kalau etnis tertentu diprovokasi, pasar bisa rusak,” katanya.

Sejauh ini, Polri belum menerima aduan tentang gerakan rush money. Namun, tim cyber patrol Polri terus memantau jalannya lini masa di dunia maya.

Rikwanto menegaskan bahwa ada sanksi pidana yang bisa menjerat para penyebar informasi Rush Money tersebut.

“Kalau kami temukan adanya unsur pelanggaran undang-undang ITE, kami telusuri, kami tangkap,” katanya.

Tekad Polri menangkap penyebar isu rush money sejalan dengan asa Ketua DPR, Ade Komarudin.

Ade meminta Polri menyelidiki penyebar gerakan penarikan uang secara besar-besaran pada 25 November mendatang. Ade menilai isu tersebut mampu mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.

“Kita harus meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki siapa yang melakukan itu,” ujar

Ade di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat. “Karena itu adalah tindakan tidak terpuji dan tindakan yang bisa membuat negara ini menjadi tidak baik karena ulah satu orang itu,” imbuhnya.

Politisi Partai Golkar itu menyebut, penyebaran isu rush money termasuk ke dalam sebuah tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pelaku perlu diusut untuk meminimalisasi dampak yang terjadi.

Ketua DPP Partai Nasdem Johnny G Plate menilai isu rush money adalah isu yang dibuat untuk memperkeruh suasana.

Terlebih, isu itu dimunculkan bersamaan dengan rencana aksi demonstrasi kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Itu hanya isu yang memperkeruh suasana, menciptakan ketakutan dan kepanikan. Masyarakat tidak perlu panik atas isu yang tidak bertanggung jawab yang hanya bagian dari permainan politik,” ungkap Johnny.

Be the first to comment on "Tim Cyber Polri Memburu Penyebar Isu Rush Money"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*