Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Berkas Persidangan Ahok Segera Rampung

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto saat Mengumumkan Kesimpulan Gelar Perkara Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Ir. Basuki Tjahaja Purnama

Navigasinews – Bareskrim Akan Segera Rampungkan Berkas Kasus Ahok Agar Bisa Cepat Disidangkan. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan berkas perkara Ahok diperkirakan rampung dalam waktu tiga minggu kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

“Mudah-mudahan bisa secepatnya. Targetnya paling lama 3 minggu. Pemberkasannya saja, termasuk pemeriksaan Ahok sendiri,” ungkap Boy di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/11).

Dikatakan Boy, saat ini pihak Polri tengah fokus melengkapi berkas-berkas perkara Ahok, misalnya kelengkapan berita acara pemeriksaan (BAP). Termasuk di dalamnya memeriksa sejumlah saksi yang belum tuntas sebelum penetapan tersangka Ahok.

Berdasarkan pantauan Navigasinews.com, hari ini dilakukan perangkuman atau menyusun resume keterangan saksi dalam penyelidikan dan berkas-berkas hasil koordinasi awal dengan pihak Kejaksaan. Untuk memastikan akurasi resume keterangan ahli maka saksi ahli dipanggil kembali untuk memeriksa.

Saksi ahli yang dipanggil kembali pada kamis (17/11/2016) ini adalah 1.) Ibnu Baskoro; 2.) Hj Irena Hamdono; 3.) Prof. Amin Suma; 4.) Gus Joy; 5.) Pedri Kasman; 6.) Samsul Hilal; 7.) Miftahul Achyar; 8.) Yuliardi; dan 9.) Husni Muadz.

Seperti diketahui, Ahok ditetapkan sebagai tersangka setelah Polri menyelidiki video pidato kontroversialnya yang menyinggung Surah Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Tak hanya itu, pihak Bareskrim Polri sudah meminta keterangan puluhan saksi ahli, baik ahli bahasa, hingga ahli agama.

Atas perbuatannya, Ahok diancam pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal 156 a KUHP berbunyi “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia”.

Sedangkan Pasal 28 ayat 2 UU ITE berbunyi sebagai berikut “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Berdasarkan dari penyelidikan Bareskrim sejak 10 Oktober lalu sampai saat ketika gelar pekara para penyidik yang berjumlah 27 orang didominasi yang beranggap kasus ini dinaikkan ke proses peradilan terbuka.

“Dengan menetapkan saudara Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka,” kata Komjen Ari, Rabu (16-11-2016).

Komjen Ari mengatakan, Bareskrin mewawancarai 39 saksi ahli dalam kasus penistaan, pencemaran dan penodaan agama yang tercantum dalam pasal 156 A KUHP. Selain itu Ahok juga dikenakan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 ayat 2.

Dalam prosesnya kepolisian mengundang ahli bahasa, agama, psikologi, antropologi, dan digital forensic. Dengan masuknya kasus ke tahap penyidikan polisi sudah bisa menetapkan tersangka, jika mendapatkan dua alat bukti yang cukup.

Polisi mengantongi lebih dari dua alat bukti untuk menjerat Ahok sebagai tersangka. Ada dua bukti dasar dan dikuatkan oleh keterangan dari sejumlah saksi.

“Bukti yang kita sita video yang diputar, kemudian ada beberapa dokumen. Itu bukti-bukti dasar kita. Ada keterangan-keterangan yang melanjutkan kasus ini kepada penyidikan,” terang Komjen Ari Dono.

Selanjutnya penyidik akan segera menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) secepatnya. Bahkan, Komjen Ari meminta anak buahnya segera merampungkan berkas perkara Ahok untuk diajukan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di pengadilan.

“Akan terbit SPDP, penyidik akan melakukan penyidikan secepatnya untuk diajukan ke JPU,” kata Komjen Ari.

Atas penetapan itu, Bareskrim pun melakukan pencegahan terhadap Ahok untuk bepergian ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk merampungkan proses penyidikan.

“Melakukan pencegahan kepada Ahok untuk bepergian meninggalkan Republik Indonesia,” tegas Komjen Ari.

Be the first to comment on "Berkas Persidangan Ahok Segera Rampung"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*