Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Ahok Tersangka, Kapolri: Untuk Apa Turun ke Jalan?

Basuki Tjaja Purnama (Ahok)

Navigasinews – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, proses hukum dugaan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Basuki Tjahja Purnama sudah berjalan. Polri telah menaikan kasus dari penyelidikan ke penyidikan, dan menetapkan Basuki sebagai tersangka. Sehingga, buat apalagi massa menggelar aksi unjuk rasa.

“Karena ini sudah masuk ranah hukum, saya minta semua pihak konsisten. Kalau isunya memang masalah dugaan penistaan agama, maka gampang saja, kita ikuti saja proses hukumnya. Jelas sekarang tersangka dan penyidikan. Nanti masuk tahap ke kejaksaan kawal, masuk tahap peradilan kawal, seluruh Indonesia akan melihat dan media akan melihat,” ujar Tito, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/11).

Dikatakannya, karena dugaan kasus penistaan agama sudah berjalan proses hukumnya, untuk apalagi massa turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa.

“Jadi kalau ada yang mau turun ke jalan lagi untuk apa? Jawabannya gampang, kalau ada yang mengajak turun ke jalan lagi, apalagi membuat keresahan dan keributan, cuma satu saja jawabannya, agendanya bukan masalah Ahok, agendanya adalah inkonstitusional, dan kita harus melawan itu karena negara ada langkah-langkah inskonstitusional,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kalau ada aksi unjuk rasa lanjutan, kemungkinan sasarannya bukan Basuki. “Tembakannya bukan ke pak Ahok. (Siapa?) Tanya sendiri. Demo ini kalian lihat sendiri. Kalau itu terjadi (demo lanjutan) masyarakat bisa menilai sendiri,” katanya.

Tito menyampaikan, masyarakat sudah pintar dan tidak mudah dipengaruhi. Namun, yang perlu diwaspadai adalah isu-isu liar di media sosial.

“Silahkan nilai sendiri masyarakat. Karena masyarakat kita sekarang sudah pada pintar, dan masyarakat yang tidak mudah dipengaruhi. Cuma saya minta hati-hati sosial media. Kita sudah mengindikasi bahwa sosial media ada kelompok yang memiliki cyber troops atau cyber army. Kelompok yang memang sengaja mereka merencanakan dan menyetting agar masyarakat terprovokasi sedemikian rupa. Jadi apapun yang bisa dijadikan peluang, bisa dijadikan peluang membuat negara kacau dan membuat masyarakat bingung, membuat masyarakat teradu domba,” tegasnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat jangan mau diadu domba dan terprovokasi. “Kita semua sudah memilih iklim demokrasi seperti ini. Kita sudah bagus bergerak, berjalan, pembangunan jalan dan ekonomi baik. Jangan sampai mundur. Mari kita bersikap lebih kritis. Jangan mudah sekali lagi terpengaruh medsos yang mungkin disetting pihak tertentu. Kalau (info) tidak akurat tidak usah di-share, dan gunakan akal yang jernih melihat permasalahan ini,” jelasnya.

Sumber: Beritasatu

Be the first to comment on "Ahok Tersangka, Kapolri: Untuk Apa Turun ke Jalan?"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*