Kecam Bomber Oikumene, HMI Kaltim-Tara Gelar Dialog Di Gereja

Peserta Dialog Terdiri Dari Kader HMI, BMAG, Dan Pemuda-Pemudi Gereja Bethany God the Miracle Tarakan

TARAKAN, Navigasinews – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Timur Utara (Kaltim-Tara) dan HMI Cabang Tarakan menggelar dialog lintas kerukunan umat beragama bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BMAG) Tarakan, di Gereja Bethany God the Miracle Tarakan, Selasa (15/11/2016). Kegiatan ini Sebagai ungkapan kecaman terhadap aksi teror pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda pada Minggu (13/11/2016) lalu.

Dalam dialog tersebut, kader HMI sangat menyayangkan aksi teror yang mengatasnamakan agama tersebut. Kader HMI menilai perlu adanya upaya pencegahan terhadap penyebaran isu yang bersifat radikal di kalangan masyarakat.

Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Bidang Hukum dan HAM di Badko HMI Kaltim-Tara, Arie Febrian mengatakan, perlu adanya sinergi antara Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk mencegah hal serupa agar tidak terulang kembali.

“Membangun komunikasi serta silaturahmi antar umat beragama. Meskipun berbeda keyakinan, silaturahmi harus tetap terjalin. Kami juga turut berduka cita terhadap umat Kristen di Tarakan, melalui BMAG yang menaungi gereja-gereja yang di Indonesia,” terang Arie.

Arie menambahkan, tindakan radikal merupakan ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam agama manapun.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Umum (Sekum) HMI Cabang Tarakan, Dika Ramadani. Alumnus STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan ini menyebut oknum yang melakukan aksi teror terhadap Gereja Oikumne merupakan tindakan diluar akal sehat manusia.

“HmI Cabang Tarakan mengecam secara keras aksi pengeboman di salah satu rumah ibadah Nasrani yang ada di Samarinda. Petugas yang berwenang agar lebih sigap dalam menangani kasus tersebut,” tutur Dika.

Dika berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan tindakan yang dapat memecah kebhinekaan yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa sejak Indonesia merdeka.

“Dengan berpegang teguh terhadap nilai-nilai agama, kata kuncinya terletak pada Indonesia yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Pendeta Ir. Joko Susanto yang merupakan perwakilan dari BMAG Tarakan turut mengapresiasi adanya dialog yang dilakukan oleh HMI, khususnya yang berada di wilayah Kaltim dan Kaltara.

“Pemuda yang seperti ini perlu diberikan dorongan dan dukungan yang tak terhingga oleh seluruh pemangku kepentingan. Kami sangat mengapresiasi,” ungkap Joko.

(fir)

Be the first to comment on "Kecam Bomber Oikumene, HMI Kaltim-Tara Gelar Dialog Di Gereja"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*