Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Jika Ahok Jadi Tersangka, Ini Penjelasan KPU DKI Jakarta

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ditanya awak media usai menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, 7 November 2016. [Gambar: TEMPO]

Navigasinews – Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah menjalani proses hukum terkait dugaan penistaan agama di Bareskrim Polri. Pertanyaan publik banyak tertuju pada bagaimana jika seandainya Ahok benar jadi tersangka?

Berikut adalah penjelasan ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno sebagaimana dilansir pertama kali oleh detik.com hari Sabtu, 12/11/2016.

“Aturan pemeriksaan di kepolisian tak berpengaruh apapun terhadap status pencalonannya,” ujar ketua KPU DKI Sumarno, saat dihubungi detikcom, Jumat (11/11/2016) malam.

Sumarno mengatakan tak ada masalah yang akan ditimbulkan meski calon tersebut menjalani pemeriksaan. Karena status terperiksa, menurutnya, tak dapat disimpulkan sebagai pihak yang bersalah.

“Dalam hukum itu kan ada istilah terperiksa, terdakwa, tersangka dan terpidana. Bahkan meski sudah jadi tersangka, tidak berpengaruh apapun terhadap statusnya (sebagai cagub),” kata Sumarno.

“Yang diatur kalau dia terpidana, misalnya pidana penjara dihukum 5 tahun atau lebih, baru ada sanksi berupa pembatalan, kalau memang putusannya sudah berkekuatan hukum tetap. Kalau baru terperiksa belum tentu salah, tersangka saja belum tentu salah, harus ada pembuktian di pengadilan, hakim memvonis yang bersangkutan dan terbukti melakukan tindak pidana,” sambungnya.

Rencananya Ahok akan segera mengikuti proses gelar perkara pada Selasa (15/11) pekan depan. Selain mendatangkan saksi ahli, Ahok sebagai terlapor dan sebelas pelapor akan diundang dalam gelar perkara.

Selain itu, Bareskrim akan mengundang pengawas dari pihak internal Polri seperti Inspektorat, Divisi Hukum, dan Propam. Sedangkan, dari pihak eksternal akan mengundang Ombudsman, dan Kompolnas.

Sumber: detik.com

Be the first to comment on "Jika Ahok Jadi Tersangka, Ini Penjelasan KPU DKI Jakarta"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*