Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Fadli Zon: Tuduhan Terhadap HMI Sangat Terburu-buru

MS. Kaban, Fadli Zon, dan Ami Jaya Berbincang Setelah Menyambut Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI di DPR, Jumat (11/11/2016)

Navigasinews – Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon menyambut kedatangan Kesatuan Aksi Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di gedung DPR RI, Jumat 11/11/2016. Fadli Zon menganggap bahwa tuduhan terhadap HMI merupakan sesuatu yang terburu-buru. Dirinya mengakui bahwa apa yang disampaikan oleh Kesatuan Aksi Keluarga Besar akan disampaikan kepada komisi III DPR RI.

“Kami akan teruskan aspirasi ini pada pihak terkait dan Komisi III yang jadi mitra Polri. Karena saya juga berada di lokasi. Saya juga melihat aksi itu adalah aksi yang dilakukan dengan sangat damai dan tak ada hal yang sangat luar biasa,” terang Fadli Zon pada keluarga besar HMI yang hadir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, seharusnya ada satu penegakan hukum yang cepat dan cermat dari tuntutan masyarakat. Ia menilai harusnya para kader HMI dimintakan klarifikasi lebih dulu.

“Sehingga ini sangat terburu-buru untuk menjadikan aktivis ini sebagai tersangka atau dalang. Info dan pernyataan sikap dari keluarga besar HMI akan saya teruskan melalui mekanisme yang ada. Baik melalui surat maupun yang akan menjadi pembahasan Komisi III,” tambah Fadli.

Sebelumnya, Rombongan Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI menyampaikan beberapa aspirasi mengenai wacana yang menyudutkan pihak HMI dalam aksi 4 November 2016. Di hadapan Fadli Zon, Sekjend PB HMI, Ami Jaya menyampaikan pernyataan sikap Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI atas penangkapan dan penahanan terhadap empat aktivis HMI itu.

Berikut lima butir pernyataan sikap yang disampaikan Ami Jaya:

1. Penangkapan Sekjen HMI dan empat Pengurus PB HMI yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia merupakan upaya pengalihan isu dari gerakan Bela Islam atau Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.
2. Penangkapan terhadap kader HMI adalah bentuk kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa merupakan bukti nyata bahwa pemerintahan Jokowi anti kritik dan anti demokrasi.

3. Upaya-upaya yang dilakukan pihak kepolisian terhadap aktivis HMI merupakan salah satu bentuk teror dan bagian dari upaya terhadap gerakan Bela Islam atau Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI yang menuntut Tangkap Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama yang menistakan Alquran.

4. Menyerukan kepada seluruh keluarga besar HMI untuk mensinergikan gerakan dengan seluruh ummat lainnya untuk tetap fokus mendukung dan menjadi bagian Gerakan Bela lslam atau GNPF MUI. Dan kepada Kader HMI Seluruh Indonesia untuk tetap melakukan demonstrasi menolak kriminalisasi Aktivis HMI dan Mendukung Gerakan Bela Islam.

5. Mendesak kepada Kapolri untuk memecat Kapoda Metro Jaya yang terbukti melakukan provokasi massa aksi bela lslam untuk mengejar, menangkap dan memukul kader-kader HMI, yang juga adalah bentuk pen-deskredit-an HMI.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir bersama pengurus lainnya. Rombongan kesatuan aksi keluarga besar HMI didampingi Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) MS Kaban, dan Koordinator Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI Ahmad Doli Kurnia.

Ketua Umum PB HMI menyampaikan bahwa penetapan tersangka terhadap lima kader HMI tersebut tidak masuk akal. Mereka dianggap sebagai provokator kerusuhan tapi Kepolisian tak bisa memberikan bukti foto atau apapun bahwa mereka melakukan aksi kekerasan.

“DPR kami minta awasi untuk rasa keadilan masyarakat. Karena mengancam keutuhan NKRI. Seluruh perhimpunan mahasiswa Islam kita sudah difitnah dan dihasut, itu menghancurkan perhimpunan. Kita sudah lapor Propam dan Komnas HAM atas pencidukan yang tidak berprinsip pada HAM,” kata Mulyadi.

Be the first to comment on "Fadli Zon: Tuduhan Terhadap HMI Sangat Terburu-buru"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*