Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Sragen Masuk 10 Besar Daerah Rawan Banjir

Ilustrasi: Daerah Banjir

Navigasi – Kabupaten Sragen dinyatakan masuk 10 besar daerah rawan bencana banjir di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Bupati diminta segera menetapkan status darurat bencana untuk mendapatkan dana persiapan posko siaga bencana.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) Siaga Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas terkait di BPBD Sragen, Minggu (20/10). Kepala BPBD Sragen, Heru Wahyudi mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat dengan Pemprov dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi, Sragen dinyatakan masuk 10 besar daerah rawan bencana banjir di akhir 2016 hingga 2017 nanti.

Bencana banjir itu diprediksi berpeluang terjadi pada empat bulan ke depan antara bulan November-Desember 2016 hingga Januari-Februari 2017. Atas kondisi itu, kepala daerah (bupati) diminta segera menetapkan status darurat bencana sebagai dasar untuk mendapatkan dana back up

penyiapan posko bencana. “Surat penetapan status darurat bencana sudah kami buat dan tinggal diajukan ke bupati. Surat penetapan status darurat itu nantinya dilampirkan untuk mendapat dana dari BNPB,” ujarnya.

Menurut Heru, sebagai persiapan kesiagaan bencana, saat ini sudah dibentuk 7 Posko rawan banjir dan longsor di Sragen. Tujuh Posko itu lima di antaranya posko banjir masing-masing di Kecamatan Masaran, Sidoharjo, Tanon, Tangen dan Sragen Kota. Sedang dua posko lainnya adalah posko rawan bencana longsor di kecamatan Sambirejo dan Posko Induk di BPBD.

Posko itu dibentuk sebagai kesiagaan sehingga sewaktu-waktu terjadi bencana, relawan dan Sarpras bisa segera diterjunkan. Saat ini BPBD juga masih menunggu data inventarisasi kekuatan personel relawan dan peralatan yang dimiliki organisasi sosial (Orsos) maupun satuan kerja (Satker)KPD terkait.

Ditambahkan Heru, Rakor itu juga sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri terkait siaga bencana 2016/2017 yang diikuti oleh BPBD, relawan se-Kabupaten dan TNI/Polri. Setelah Rakor, nantinya akan dilanjutkan latihan bersama dengan mengerahkan 100 relawan baik praktik maupun teori.

Be the first to comment on "Sragen Masuk 10 Besar Daerah Rawan Banjir"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*