Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Target Pajak APBN 2017 Terlalu Agresif

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Roeslani

Navigasinews – Kadin Indonesia menilai target penerimaan pajak dalam APBN 2017 sebesar Rp1.271 triliun terlalu agresif.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Roeslani mengatakan target tersebut terlalu agresif di tengah-tengah kondisi perekonomian yang belum mengalami perbaikan.

“Kita melihat ini masih ada perlambatan ekonomi. Jadi menurut pengusaha target tumbuh 15 persen cukup agresif,” kata Rosan di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Bos dari Recapital Group ini sedikit was-was dengan target tersebut, pasalnya jika target penerimaan pajak ini tidak akan tercapai pada tahun 2017 bakal ada shortfall (kekurangan penerimaan) seperti yang terjadi pada tahun ini.

Akibatnya, lanjut Rosan, kemungkinan akan ada lagi pemangkasan anggaran pada tahun 2017, untuk Kementerian dan Lembaga (K/L) atau pun Dana Alokasi Umum (DAU) ke daerah. “Akibatnya ada revisi anggaran lagi, dipotong. Karena di tengah perlambatan ekonomi,” ujar dia.

Ketimbang penerimaan pajak yang tinggi, Rosan justru menyarankan pemerintah untuk fokus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, mendorong nilai eskpor sehingga laju pertumbuhan ekonomi lebih terkerek.

“Tapi bantu industri tumbuh. Dampaknya akan jangka panjang karena ada multiflier effect Jadi jangan hanya memikirkan penerimaan saja, tapi bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa? terjaga,” saran rosan.

Sekedar informasi dalam APBN 2017, pemerintah menargetkan penerimaan pajak nonmigas sebesar Rp 1.271 triliun. Target itu meningkat 15 persen dari prediksi penerimaan pajak nonmigas tahun ini.

Namun hingga kini, realisasi penerimaan pajak nonmigas baru mencapai Rp 1.105, triliun atau kurang Rp 213 triliun dari target APBN Perubahan 2016.

Sumber: inilah.com

Be the first to comment on "Target Pajak APBN 2017 Terlalu Agresif"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*