Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

WOW!!! 6 Fakta Jendral Tito Karnavian Berikut Bikin Jutaan Netizen Terpana

Jenderal Tito Karnavian Saat Dialantik Sebagai Kapolri

Navigasinews – Jendral Tito Karnavian memiliki segudang prestasi yang sanggup membuat siapa pun kagum dan bangga. Prestasinya itu bukan hanya dari segi akademis, tapi Tito juga mendapat sederet promosi jabatan dan kenaikan pangkat semasa bertugas di kepolisian.

Tito Karnavian merupakan satu di antara 265 jenderal kepolisian yang patut dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Prestasi yang begitu gemilang mengantarkannya menjadi kandidat tunggal Kapolri dan akhirnya resmi menjabat kapolri.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menilai Tito Karnavian lah yang layak memimpin lembaga pengayom masyarakat tersebut. Selain itu, Tito Karmavian disebut-sebut sebagai ‘si kecil cabe rawit’ dalam sebuah pemberitaan di salah satu media nasional. Pasalnya, diusianya yang terbilang muda, 51 tahun, menjadi calon tunggal kepala Polri. Dia juga sanggup melewati jenderal bintang tiga lainnya yang usianya jauh lebih tua.

Lantas, sebenarnya ada apa dibalik keberhasilan Jendral Tito Karnavian terpilih menjadi Kapolri. Anda pasti akan sependapat dengan Presiden Jokowi Jika mengetahuinya. Penasaran??

Berikut adalah 6 Fakta Membanggakan dari Sosok Jendral Tito Karnavian:

1. Bocah Ajaib dalam Penanganan Terorisme

Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional, Prof. Hermawan Sulistiyo menyebutkan bahwa Jenderal Tito Karnavian bagaikan bocah ajaib, seperti dilansir dari salah satu media nasional. Dirinya sangat yakin bahwa Kemampuan Jenderal Tito Karnavian di bidang terorisme tak diragukan.

“Bukan hanya cerdas, kemampuan lapangannya sudah teruji. Saat dia memimpin Densus 88, Kapolda, macam-macam,” kata Hermawan.

2 Jenderal Dengan Prestasi Akademik Yang Gemilang

Tito Karnavian adalah ulusan terbaik dari Akademi Kepolisian (Akpol) lulusan tahun 1987. Untuk prestasinya itu, dia menerima bintang Adhi Makayasa.

Pada 1993, Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Pada 1996, ia menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta dan meraih S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian, serta mendapatkan Bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik PTIK.

Selain itu Tito Karnavian juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru dalam bidang Strategic Studies pada 1998. Pada Tahun 2008, Dirinya pun berhasil dinobatkan sebagai  kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura.

Selain Jenjang pendidikan formal, Jenderal Tito Karnavian juga menempuh pendidikan non formal berupa kursus dan pelatihan. Kursus dan pelatihan yang pernah diikutinya adalah:

  1. Advanced English Course, The British Council, Jakarta, Indonesia (1991);
  2. Management of Serious Crimes (MOSC), AFP College, Canberra, Australia (2000);
  3. Post Blast Investigation Course, Louisiana Police Academy, Batonrouge, USA (2001);
  4. Anti Terrorism Course, British High Commissioner, Singapore (2005);
  5. Maritime Security Conference and Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2006);
  6. National Tactical Officers Association (NTOA) Conference and Course, Los Angeles, USA (2006);
  7. Short Course on Radicalisation by Australian Foreign Affairs and Trade, Sydney, Australia (2010);
  8. Gold Command Crisis Management Course, Bramshill Police Institute, UK (2010);
  9. Short Program of Course Separatism Movement in United Emirat Arab (2014);

3. Menguasai Delapan Bahasa Asing

Jendral Tito menguasai delapan bahasa asing. Kemampuan bahasa asing yang dimiliki oleh Jendral Tito Karnavian membuatnya dipercaya menjadi utusan polri dalam berbagai tugas luar negeri. Penugasan Luar Negeri yang pernah ia jalani adalah sebagai berikut:

  1. UK (Master’s Degree Program – University of Exeter, United Kingdom) (1992 – 1993);
  2. Republic of Ireland (Comparative Study) (1992);
  3. France (Comparative Study) (1993);
  4. (Official visit to Paris Police Nationale and Gendarmerie) (2005, 2007, 2009, 2012);
  5. Spain (Comparative Study) (1993);
  6. (Official visit to Spanish Police – Madrid) (2005);
  7. The Netherlands (Comparative Study) (1993, 2002);
  8. Italy (Comparative Study) (1993);
  9. Austria (Comparative Study) (1993);
  10. USA (NYPD, LAPD, FBI ACADEMY Quantico- Official visit) (1997);
  11. Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004);
  12. Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007);
  13. Washington DC (Conference and Lemhannas study trip) (2008, 2010, 2011);
  14. Mexico (official visit) (2001);
  15. New Zealand (Command & Staff College 7 months) (1998);
  16. (Guest Speaker in Anti Terrorism Conference) (2005);
  17. Vietnam (ASEANAPOL Conference Hanoi) (1998);
  18. Hongkong (official visit) (1998, 2002);
  19. (Investigation into an Intellectual Property Rights case) (2000);
  20. Australia (Official visit with the Chief of Indonesia Nat Police) (1997);
  21. (Course at Army Staff College) (1998);
  22. (Management of Serious Crime Course Canberra) (2000);
  23. (Radicalisation course in Sydney) (2010);
  24. (Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney) (2010);
  25. Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011, 2012);
  26. South Korea (Interpol Conference – Seoul) (2002);
  27. Saudi Arabia (Umrah, Haji) (2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2011);
  28. Switzerland (official visit) (2004);
  29. Singapore (Anti Terrorism Course, info sharing withSingaore Police, Force Conference) (2005);
  30. (Guest Speaker – Asian Conference on Global Security) (2007);
  31. Various Seminars, PhD program (2008-2012);
  32. Germany (Berlin, Koln, Heidelberg – Official visit to BKA) (2005);
  33. Malaysia (Maritime Security Conference and Course, SEARCCT) (2005, 2006);
  34. Sharing operation (2008, 2009, 2010);
  35. Brunei (official visit) (2005);
  36. Turkey (Istanbul, official visit) (2005);
  37. (2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security) (2007);
  38. GCTF Conference (2011);
  39. Philippines (Investigation into terrorism case) (2005);
  40. (Trainer in a joint course for INP and PNP officers) (2009);
  41. Japan (Tokyo, 1st Japan-ASEAN Dialogue on Counterterrorism) (2006);
  42. (Tokyo, Intersessional Meeting Japan-ASEAN Counter Terrorism Dialogue) (2007);
  43. Tokyo, Kobe, Kyoto – Official visit to NPA (2011);
  44. Thailand (official visit) (2006);
  45. (official visit to Indonesian Embassy) (2007);
  46. Jordan (1st Fusion Task Force –Anti Terrorism Interpol, Amman) (2006);
  47. Egypt (Official visit to Kairo and Alexandria) (2007);
  48. United Arab Emirates (Dubai – Official Visit) (2007);
  49. Pakistan (Islamabad-1st Meeting of Indonesia-Pakistan Joint Working Group on Terrorism) (2007);
  50. Russia, CT dialogue Indonesia and Russia in Moscow (2010);
  51. Cambodia (Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh) (2009);
  52. (Indonesian Delegation for ASEANAPOL) in Siem Rep (2010);
  53. Poland – Head of Delegation for Anti Nuclear Smuggling – Interpol (2012);
  54. Paris – Co-ordination for investigating bomb blast at Indonesian embassy (2012);
  55. USA – Chief of Low Budgeting and Eficiency Program for Police National of Indonesia (2014);
  56. Australia – Head of Part-Negotiation for Case of Poisoning among Cyanide and Arsenic (2016);
  57. Irak – Member of Delegate Conference Bomb Murderer Self Destruction of Baghdad City (2016);

4 Aktif Berkarya Dengan Menulis Buku

Kejeniusan Jendral Tito Karnavian dalam menyelesaikan masalah dituangkannya dalam narasi yang cukup menarik. Ketegangan Konflik dan Perang yang terjadi di tengah masyarakat dia paparkan dengan ringan sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Buku-buku karya Jendral Tito Karnavian yang dapat ditemukan masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso, Gramedia, Jakarta, 2008.
  2. Regional Fraternity: Collaboration between Violent Groups in Indonesia and the Philippines, Bab dalam buku “Terrorism in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapura, 2009.
  3. Bhayangkara di Bumi Cenderawasih, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013.
  4. Explaining Islamist Insurgencies, Imperial College, London, 2014.

5 Peraih Puluhan Tanda Penghargaan Dan Penghormatan

Berikut adalah tanda penghargaan dan penghormatan yang pernah diperoleh oleh Jendral Tito Karnavian:

  1. Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol) (1987)
  2. Bintang Wiyata Cendekia (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  3. Kenaikan Pangkat Luar Biasa Mayor ke Ajun Komisaris Besar (2001)
  4. Kenaikan Pangkat Luar Biasa Ajun Komisaris Besar ke Komisaris Besar (2005)
  5. Penghargaan memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)
  6. Kenaikan Pangkat Luar Biasa Komisaris Besar ke Brigadir Jenderal (2009)
  7. Kenaikan Pangkat Luar Biasa Brigadir Jenderal ke Inspektur Jenderal (2011) (Penyesuaian kepangkatan BNPT)
  8. Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  9. Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI
  10. Bintang Bhayangkara Nararya
  11. Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri
  12. Bintang Yudha Dharma Utama dari Panglima TNI
  13. Bintang Eka Paksi Utama dari TNI AD
  14. Bintang Jalasena Utama dari TNI AL
  15. Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama dari TNI AU
  16. Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun
  17. Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun
  18. Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun
  19. Satyalencana Dwidaya Sistha
  20. Satyalencana Bhakti Buana
  21. Satyalencana Bhakti Nusa
  22. Satyalencana Darma Nusa
  23. Satyalencana Dharma Phala
  24. Satyalencana Jana Utama
  25. Satyalencana Santi Dharma
  26. Satyalencana Karya Bakti
  27. Satyalencana Karya Satya
  28. Satyalencana Seroja
  29. Satyalencana Ksatria Tamtama
  30. Satya Lencana Nararia
  31. Satya Lencana UN Mission
  32. The United Nation Medal (PBB)

6. Terlibat dalam penyelesaian Kasus Besar

Berikut ini adalah sejumlah kasus yang berhasil ditangani Polri dengan baik yang melibatkan Jendral Tito Karnavian. Beberapa Kasus Menonjol yang Ditanganinya antara lain sebagai berikut:

  1. Korupsi Buloggate (1999)
  2. Bom Kedubes Filipina, Jakarta (2000)
  3. Bom Bursa Efek Jakarta, Jakarta (2001)
  4. Bom Malam Natal Jakarta (2001)
  5. Bom Plaza Atrium – Senen –Jakarta Pusat (2001)
  6. Pembunuhan Hakim Agung Safiudin Kartasasmita, Jakarta (2001)
  7. Bom Makassar, Sulawesi Selatan (2002)
  8. Bom di gedung MPR/DPR – Jakarta (2003)
  9. Bom bandara internasional Sukarno Hatta Jakarta (2003)
  10. Bom J.W. Mariott, Jakarta (2003)
  11. Pembunuhan direktur PT. ASABA oleh kelompok Gunawan Santosa (2004)
  12. Bom Cimanggis Depok (2004)
  13. Bom Kedubes Australia Jakarta (2004)
  14. Bom Bali II (2005)
  15. Mutilasi 3 siswi di Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  16. Bom Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah (2005)
  17. Mutilasi Kepala Desa Pinedapa, Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  18. Penanganan Konflik Demo Mahasiswa USU dengan DPRD Sumut (2008)
  19. Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jakarta (2009)
  20. Operasi pengungkapan latihan paramiliter teroris di Aceh (2010)
  21. Operasi pengungkapan perampokan bersenjata CIMB bank Medan (2010)
  22. Operasi pengungkapan Bom Bunuh Diri di Polres Cirebon Kota (2011)
  23. Operasi Pengungkapan Bom Buku dan Parsel di Jakarta (2011)
  24. Operasi Pengungkapan Terorisme Penembakan dan Bom di Aceh (2012)
  25. Penanganan berbagai konflik teroris nasrani dan tragedi pembunuhan massal Muslim Tolikara di Papua (2012-2014)
  26. Rekening gendut Aiptu Labora Sitorus (2013-2014)
  27. Bom Bunuh Diri di Sarinah Building, Thamrin, Jakarta Pusat (2016)
  28. Operasi Penangkapan dan Pelemahan kelompok Radikal Gunawan Santoso, Poso, Sulteng (2016)
  29. Pengusutan dan Penyelesaian kasus Vaksin Palsu di beberapa Rumah Sakit di DKI Jakarta dan daerah lainnya (2016)

Tanda Pangkat dan Riwayat Jabatan

Tanda Pangkat :

  1. Inspektur Polisi Dua (1987)
  2. Inspektur Polisi Satu (1990)
  3. Ajun Komisaris Polisi (1993)
  4. Komisaris Polisi (1997)
  5. Ajun Komisaris Besar Polisi (2001)
  6. Komisaris Besar Polisi (2005)
  7. Brigadir Jenderal Polisi (2009)
  8. Inspektur Jenderal Polisi (2011)
  9. Komisaris Jenderal Polisi (2016)
  10. Jenderal Polisi (2016)

Riwayat Jabatan

  1. Perwira Samapta Polres Metro Jakarta Pusat (1987)
  2. Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat (1987–1991)
  3. Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat (1991–1992)
  4. Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat
  5. Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)
  6. Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat (1996–1997)
  7. Sespri Kapolri (1997–1999)
  8. Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
  9. Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
  10. Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulawesi Selatan (2002)
  11. Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002 – 2003)
  12. Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003 – 2005)
  13. Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004 – 2005)
  14. Kapolres Serang Polda Banten (2005)
  15. Kasubden Bantuan Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri (2005)
  16. Kasubden Penindak Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri (2006)
  17. Kasubden Intelijen Densus 88 Anti Teror Bareskrim Polri (2006 – 2009)
  18. Kadensus 88 Anti Teror Bareskrim Polri (2009-2010)
  19. Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011-21 Sept 2012)
  20. Kapolda Papua (21 Sept 2012-16 Juli 2014)
  21. Asrena Polri (16 Juli 2014-12 Juni 2015)
  22. Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015-16 Maret 2016)
  23. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016 -13 Juli 2016)
  24. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (13 Juli 2016 – Sekarang)

Be the first to comment on "WOW!!! 6 Fakta Jendral Tito Karnavian Berikut Bikin Jutaan Netizen Terpana"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*