Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

BI Masih Kaji Dampak Pemangkasan Anggaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan bakal memangkas anggaran pemerintah pusat dan transfer daerah sebesar Rp 133 triliun.

Alasannya, penerimaan pajak diprediksi akan lebih rendah dari yang telah dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBN-P) 2016.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, pihaknya masih melakukan kajian terkait dampak pemangkasan anggaran tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2016.

Bank sentral sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 mencapai 5,1 persen.

“Masih dalam kajian BI. Kalau pemotongan anggaran dilakukan pada hal-hal tidak berdampak ke perekonomian, kami rasa itu baik,” kata Agus di kantornya di Jakarta, Senin (8/8/2016).

Agus menyatakan, sebaiknya anggaran yang dipotong bukanlah anggaran yang terkait dengan pembangunan ataupun infrastruktur.

Pasalnya, bila anggaran tersebut yang dipangkas, maka dampaknya akan berlaku terhadap perekonomian Indonesia.

Terkait kondisi perekonomian, Agus menuturkan bahwa meski kondisi perekonomian dunia masih tidak baik dan perbaikan ekonomi berjalan secara lambat, perekonomian Indonesia cenderung stabil dan membaik.

Apa alasannya? Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi mulai meningkat dari 4,91 persen pada kuartal I 2016 menjadi 5,18 persen pada kuartal II 2016.

Selain itu, inflasi pun terjaga pada level yang rendah sehingga bank sentral yakin inflasi pada tahun 2016 akan ada pada posisi 4 persen.

“Kami lihat defisit transaksi berjalan menurun dan neraca perdagangan surplus. Ini kondisi yang membuat Indonesia dalam keadaan ekonomi yang membaik, fundamentalnya membaik,” terang Agus.

Sumber : Kompas.com

Be the first to comment on "BI Masih Kaji Dampak Pemangkasan Anggaran terhadap Pertumbuhan Ekonomi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*