Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Jokowi Kini Dinilai Mampu Mengontrol Partai Politik

Presiden Joko Widodo hadir dalam acara penutupam Rapat Pimpinan Nasional Partak Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016)

Navigasinews – Presiden Joko Widodo kini dinilai mampu mengontrol partai politik pendukungnya. Situasi sudah berbeda dengan di awal pemerintahan, saat Jokowi kerap dikekang oleh kepentingan parpol pendukungnya yang masih terbatas.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menilai, kemampuan Jokowi untuk mengontrol parpol pendukungnya ini bisa dilihat dari reshuffle atau perombakan kabinet jilid II yang dilakukan pekan lalu.

“Justru Jokowi yang saat ini menyetir parpol, menyetir Setya Novanto (Ketua Umum Partai Golkar). Bayangkan Golkar yang punya 91 kursi di DPR hanya ditukar dengan 1 kursi,” kata Burhanuddin dalam diksusi “Reshuffle Kabinet Jilid II untuk Siapa” yang digelar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Saat reshuffle kemarin, Golkar yang baru beralih dari oposisi menjadi parpol pendukung pemerintah mendapatkan jatah kursi Menteri Perindustrian.

Sementara Partai Amanat Nasional yang juga baru mengalihkan dukungannya pemerintah, juga mendapat satu kursi, yakni Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Burhanuddin menilai bahwa jatah satu kursi untuk Golkar dan PAN adalah bentuk kompromi politik untuk meresmikan dukungan yang sudah diberikan kepada kedua partai ini.

Namun, kompromi ini justru bisa melepaskan Jokowi dari kekuatan parpol pendukung yang semula terbatas. Kini Jokowi mempunyai daya tawar lebih tinggi karena mempunyai hampir menguasai dua pertiga kursi di parlemen.

“Jokowi membentuk sebuah kartel politik dengan merangkul sebanyak-banyaknya parpol ke dalam pemerintahan. Tapi setidaknya sejauh ini di bisa mengontrol kartel politik itu,” ucap Burhanuddin.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Kebijakan publik UIN Ali Munhanif. Ali menilai reshuffle jilid II kemarin berhasil menjungkirbalikkan anggapan publik di awal pemerintahan bahwa Jokowi hanyalah petugas partai politik.

“Jokowi ingin mengambil jarak dengan PDI-P, enggak tahan juga dia dianggap petugas partai,” ucap Ali.

Sumber: Kompas

Be the first to comment on "Jokowi Kini Dinilai Mampu Mengontrol Partai Politik"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*